Rabu, 10 Januari 2018

Sharing : Benjolan di leher

Kali ini gue pengen menceritakan penyakit yang saat ini sedang gue derita. Sebenarnya gue juga baru tau tentang penyakit ini. Jadi gue akan menceritakannya dari awal.

Sekitar bulan Juli, gue merasakan adanya dua benjolan di bawah telinga kanan dan leher depan bawah tulang pipi. Gue juga menemukannya secara gak sengaja ketika memegang leher, karena awalnya gue gak merasakan apa-apa. Setelah mengetahui hal tersebut, gue belum bilang siapa-siapa tentang benjolan ini karena menurut gue mungkin nanti hilang dan juga gue mengira kalau ini adalah amandel.

Masuk bulan ke empat benjolan ini, gue mulai berani untuk periksa ke dokter. Pada saat itu gue ingin mencoba menggunakan bpjs, karena secara pribadi belum pernah coba kalau sedang sakit. Akhirnya gue periksa ke klinik dekat rumah yang dirujukan oleh bpjs. Disana gue diperiksa sebentar lalu dokter tersebut memberikan surat rujukan untuk ke RSUD.


TINDAKAN DI RSUD

Setibanya di RSUD gue harus menunggu dan mengikuti prosedur pendaftarannya. Lagi-lagi ini pertama kalinya gue menggunakan jasa kesehatan di daerah gue tinggal, Tangerang Selatan. Akhirnya tiba antrian gue dipanggil untuk diperiksa. Setelah dokter tersebut memeriksa benjolan gue, beliau langsung bilang kalau kelenjar (benjolan) ini harus diambil atau dilakukan operasi kecil. Gue langsung kaget mendengar pernyataan dokter poli bedah itu, karena sejujurnya gue gak tau apa penyakit yang gue derita. Setiap gue tanya perihal akibat atau jenis benjolan ini, berkali kali dokter itu menjelaskan kalau beliau harus mengambil kelenjar tersebut lalu di patologi agar bisa di identifikasi penyakitnya. Saat itu gue gak bisa terima jika ada bagian dari tubuh gue di operasi tanpa tau apa yang sebenarnya gue derita. Gue butuh penjelasan yang sangat jelas kalau akan dilakukan segala tindakan. Untungnya gue ditemani bokap yang meminta untuk biopsi terlebih dahulu dan gue juga meminta obat sebagai tindakan pertama, tapi dokter tersebut tetap memberitahu dan menekankan bahwa kalau sudah di poli bedah harus dilakukan operasi. Setelah bernegosiasi, akhirnya gue menolak untuk operasi itu dan meminta rujukan untuk rontgen saja. Pada saat itu gue tidak rontgen dan diganti 2 minggu dari hari itu, mungkin karena antrian yang rame banget. Setelah itu, gue memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan mengikuti jalur bpjs.


MENCARI JALAN LAIN

Satu minggu setelah kejadian bpjs, gue mencoba untuk menemui tante gue yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Walaupun bukan dokter spesialis penyakit dalam seenggaknya gue ada informasi tentang penyakit yang gue derita. Menurut tante gue, ini adalah kelenjar getah bening. Dan dia membesar karena adanya infeksi virus/bakteri. Tante gue memberikan resep obat yang harus diminum selama 5 hari, jika mengecil dalam 3 hari gue harus stop untuk minum. Jika belum juga mengempis selama 5 hari, tante gue menyarankan untuk rontgen thorax.

Ternyata setelah 5 hari, kelenjar tersebut mulai mengecil tapi tidak hilang sepenuhnya. Sehabis obat gue tidak melakukan rontgen dan mulai lupa untuk meneruskan pengobatan. Setelah beberapa hari dari lepas obat-obatan tersebut, gue gak sengaja bertemu temen nyokap dari medan yang berprofesi dokter internis (spesialis penyakit dalam). Gue menyempatkan untuk diskusi tentang penyakit gue dan beliau menyarankan gue untuk biopsi agar tau indikasi kelenjar gue ini. Beliau memberikan resep obat untuk diminum sebelum melakukan tindakan biopsi. Biopsi harus melalui surat rujukan dari dokter, dan pada saat itu gue bingung bagaimana caranya. Hampir gue nekat pergi ke medan untuk biopsi dan periksa lanjutan, karena tidak ada lagi dokter internis di Jakarta yang gue kenal.


DIAGNOSIS TB KELENJAR

Setelah mencari cari akhirnya nyokap ingat kalau kenal dokter internis yang pernah menangani kakek gue. Jadilah gue perika ke dokter santi yang praktek di RS Prikasih Fatmawati. Pada hari pertama pemeriksaan, gue langsung diberikan surat rujukan untuk melakukan rontgen thorax, cek darah dan biopsi. Rontgen thorax dan ambil darah dilakukan di RS Prikasih sedangkan untuk Biopsi di RS Fatmawati.

Sedikit menceritakan pengalaman biopsi. Jadi, biopsi dilakukan dengan menusukan jarum kecil ke kelenjar untuk mendapatkan cairan agar bisa di observasi untuk mengidentifikasi kelenjar tersebut. Karena kelenjar gue lumayan keras, cairan yang keluar agak lama dan sangat nyeri sampai ke kepala.

Setelah mendapatkan semua laporan dari hasil lab gue kembali ke dokter santi untuk mentahui diagnosa penyakit ini. Dokter Santi melihat bahwa gue teridentifikasi mengalami penyakit TB Kelenjar. Untungnya jika dilihat dari rontgen thorax gue tidak mengidap TBC karena gue bisa saja terkena penyakit tersebut. Jadi TB kelenjar ini adalah masuknya virus/bakteri yang menyerang ke dalam tubuh dan untungnya lagi imunitas pada kelenjar getah bening/kelenjar lim gue lumayan tinggi sehingga tidak menyerang organ tubuh yang riskan jika terkena bakteri tersebut, salah satunya paru-paru. Dokter Santi membuat resep obat untuk 1 minggu dulu untuk melihat efek dari obat tersebut. Satu lagi yang diharuskan adalah gue harus makan banyak dan minum susu 1 hari dua kali, karena pada dasarnya gue orangnya malas makan. Gue diberikan 8 macam obat untuk diminum, satu obat yang gak boleh putus adalah Rifampicin obat untuk membunuh bakteri TB.

Efek obat-obat tersebut memberikan efek mengecil untuk kelenjar gue dan seminggu kemudian gue balik lagi untuk control. Sayangnya dokter santi sedang ambil cuti natal sampai januari dan gue memutuskan untuk control ke dokter yang ada di hari itu. Karena gue takut ada efek selanjutnya jika gue putus minum obat. Akhirnya gue ke dokter yang berbeda dan diberikan obat Rifastar untuk diminum satu minggu ke depan. Untuk pertama kalinya gue minum obat sebesar Rifastar. Obat tersebut juga harus diminum 3 tablet untuk sekali minum. Cukup berat untuk gue yang tidak suka minum obat.

Setelah satu minggu gue balik lagi ke dokter santi yang sudah selesai cuti. Beliau memberikan tindakan injeksi untuk membantu penyembuhan dan beliau menyarankan untuk satu bulan sekali melakukan injeksi. Tindakan tersebut dilakukan agar cepat proses penyembuhannya.


SEKARANG?

Saat ini gue masih mengonsumsi obat yang diberikan dokter untuk satu bulan ke depan dan nantinya akan dilakukan injeksi lagi. Baru tiga hari dari kontrol hari senin kemarin, efeknya lumayan membuat kelenjar gue semakin mengecil dari sebelumnya.

Sudah masuk bulan kedua proses penyembuhan penyakit TB Kelenjar yang gue derita ini. Gue sangat berharap agar penyakit ini sembuh total dengan cepat, karena badan gue kurang kuat untuk menahan efek obat yang terjadi.




Jadi, saran gue buat yang ngerasa ada benjolan di leher jangan anggap biasa aja, harus cepet periksa ke dokter karena bisa jadi itu kelenjar ganas walaupun kamu gak ngerasa sakit atau demam. Dan satu lagi, kalau bisa jangan langsung tindakan operasi, kamu bisa ke dokter internis dulu minta penjelasan dan coba ajukan untuk biopsi sebagai tindakan pertama.

Perhatikan juga pola makan dan pola tidur/istirahat. Karena bakteri TBC itu dapat muncul dari makanan yang kurang bernutrisi/ kurang makan serta kurangnya istirahat.


Kamis, 07 September 2017

Chapter 1 : Opening

Di sudut cafe itu, tidak terasa Andra sudah 3 jam berkutik dengan kertas-kertasnya. Desain yang harus diselesaikan karena presentasi akan dilakukan 3 hari lagi. Walaupun progress masih sedikit tapi sebaiknya dia pulang, karena sudah malam dan besok harus ke kantor.

"Mas baron minta bill ya" pinta Andra dengan suara sedikit berteriak karena jaraknya agak jauh dari meja counter.

"Oke Ndra, sebentar ya" Mas Baron mulai menghitung pesanan Andra sambil melirik meja Andra untuk memastikan hitungannya benar.

Diandra Sakina Adyatama, orang terdekatnya memanggil Andra. Seorang Desainer Interior yang bekerja di salah satu konsultan terbesar di Jakarta. Andra menjadi salah satu desainer muda di kantornya, tapi kemampuan Andra dapat disamakan dengan senior-seniornya. Sehingga setiap hari Andra seperti tidak ada libur dengan urusan kantor. Seperti hari minggu ini yang seharusnya dia tidur seharian, tapi masih saja ada kerjaan yang harus diselesaikan.

Lelah, tapi inilah passion Andra. Dengan mendesain dia selalu bisa merasa senang, goresan tangan yang dia buat menurutnya adalah hiburan tersendiri. Menurutnya bekerja dengan passion sendiri adalah rekreasi yang menguntungkan

Setelah membayar Hazelnut cappucino dan croissant tuna yang dia pesan, Andra membereskan kertas-kertas goresan konsep dan laptopnya untuk bergegas pulang. Tidak lupa memberikan tip kepada pelayanan sekaligus barista cafe langganannya.

"Thanks ya mas baron, I love your cappucino as always" Andra berjalan ke meja barista sambil memberikan bill yang sudah dia masukan uang yang harus dibayarkan

"My pleasure, Ndra. Good luck for your presentation" Mas baron berhenti sejenak meracik kopi pesanan orang untuk mengambil bill yang diberikan Andra

"Okay, doain gue ya mas. byee" Andra meninggalkan cafe dengan membawa tas A3 yang biasa dia bawa kemana-mana kalau sedang membawa kerjaan desain dari kantornya.

Andra bukan pecinta kopi sebelum dia menemukan Kayne Coffee beserta Mas Baron. Menurut Andra kopi buatan mas baron seperti menjawab segala kepenatan dan kebahagian yang sedang dirasakannya. Salah satu yang sangat membekas adalah disaat dia sedang penat dengan tugas akhir karena pada hari itu desain yang sudah dikerjakan 3 hari berturut-turut tanpa istirahat ditolak oleh dosen pembimbingnya. Selepas dari kampus Andra langsung menuju Kayne Coffee, entah apa yang waktu itu dia pikirkan hingga cafe tersebut menjadi pelarian keletihannya. Karena Kayne Coffee baru buka sore hari, jadi sesampainya Andra disana terlihat seluruh karyawan masih siap-siap untuk buka yang pada saat itu Andra datang siang hari. Beruntungnya Andra bertemu Mas Baron dan langsung dibuatkan kopi setelah Andra menceritakan kesialannya hari itu. Entah apa yang dibuatkan mas baron untuk Andra, Setelah menghabiskan kopi tersebut pada saat itu juga Andra langsung semangat mengerjakan revisinya. Ide-ide desain langsung mengalir tanpa jeda. Kopi dan Mas Baron, menjadi pahlawan dalam perjalanan hidupnya.

Andra menghidupkan mobil SUV yang dikendarainya hari ini. Tentunya ini bukan mobil Andra, karena Andra lebih suka membawa mobil sedan lebih praktis dan yang pasti bisa menyalip di traffic jakarta yang kacau ini. Tapi untuk hari ini, Andra ingin sekali-kali membawa mobil kesayangan Ayahnya selagi ia pulang ke rumah.

Suasana minggu malam sangat menyenangkan, karena jalanan di jakarta lancar. Semua orang sudah berada di rumah untuk beristirahat untuk menghadapi hari senin. Sambil menikmati sepinya jakarta, Andra menyetel album "Aijuswanaseing" dari Musiq soulchild. Andra akui selera musiknya sangat oldies tapi seberapa keras Andra mencoba untuk menyukai musik edm yang marak pada zaman sekarang tetap saja akan balik lagi ke musik RnB atau Jazz. Menurut Andra menikmati lagu edm di antara kemacetan jakarta malah membuatnya tambah emosi.

Sebenarnya Andra sudah memiliki apartemen sendiri di kasablanka yang dekat dengan kantornya di daerah kuningan, tapi setiap sabtu dan minggu pasti dia sempatkan pulang ke rumah untuk bertemu keluarga. Walaupun weekend Andra sering keluar rumah, setidaknya dia pasti tidak pernah absen untuk sarapan pagi di rumah. Ritual rutin yang harus ditaati, sarapan pagi bareng di meja makan.

Sekitar pukul 11 malam Andra sampai di rumah. Sudah hampir tengah malam, pasti semua orang rumah sudah tertidur pulas. Andra menggunakan kunci duplikat yang diberikan orang tuanya karena kesibukan Andra yang berbeda sejak di bangku perkuliahan. Ketika masuk ke ruang keluarga terlihat adik laki-lakinya masih terjaga sambil menonton TV

"Eh akhirnya pulang juga lo kak, kuat banget nyetir malem-malem" sapa Rizki hampir kaget melihat Andra pulang, terlihat sekali Rizki setengah menahan kantuk sambil menghadap TV.

"Lo kok belom tidur Ki? bukannya besok ada kuliah pagi?" tanya Andra kepada adik laki-lakinya ini sambil mengambil tempat duduk disamping Rizki

"Ya kan gue nungguin lo kak, takutnya lo gak bawa kunci nanti malah tidur di mobil sampai pagi lagi" Rizki berhenti sejenak untuk membenarkan posisi duduknya yang sebelumnya posisi setengah tidur membuatnya susah untuk berbicara.

"dan gue udah whatsapp lo ya tadi tapi gak di bales-bales, punya hp di cek dong jangan cuma buat update doang" lanjut Rizki dengan suara masih setengah mengantuk.

"hahaha maaf deh gue lupa bilang, makasih ya adek sayang" jawab Andra sambil memeluk tubuh Rizki yang langsung dilepaskannya karena risih jika kakaknya udah mulai memanjakan dirinya.

Rizki Putra Adyatama, Adik laki-laki dari Andra yang masih di bangku kuliah semester 5. Jika dilihat sekilas Rizki termasuk golongan cuek kepada keluarganya. Tidak suka jika kakak dan ibunya mulai memanjakannya dan paling sedikit bicara kalau sedang kumpul keluarga. Rizki Lebih suka berkutat dengan ponsel dan laptop, sesuai dengan jurusan Teknik Informatika yang dia tekuni. Tapi sebenarnya Rizki sangat peduli dan sayang dengan keluarganya, salah satunya yang terjadi pada Andra sekarang, Rizki rela menahan kantuknya di ruang keluarga untuk menunggu kakaknya pulang.

Setelah berpisah dengan Rizki menuju kamar tidur masing-masing, Andra menghempaskan badannya ke atas kasur dan meregangkan sebentar otot-otot yang kaku. Selanjutnya Andra melakukan ritual wajib sebelum tidur, membersihkan muka dengan skincare koreanya yang memilki 10 step untuk dilakukan. Menurut Andra ingin serumit apapun step yang harus dilakukan, untuk masalah kulit wajah Andra sangat peduli apalagi ditambah dengan polusi jakarta yang sangat tidak bersahabat.

Satu lagi rutinitas wajib sebelum tidurnya adalah melihat notification ponsel. Sembari mencari posisi tidur yang enak, Andra menscroll layar ponselnya yang banyak notifikasi dari group whatsapp di kantor yang membicarakan meeting besok dengan team desain serta notifikasi beberapa email dari sales dan client, satu lagi chat Rizki yang menanyakan keberadannya.

Ternyata Rizki peduli juga sama kakaknya ucap Andra dalam benaknya yang mulai menyadarai kenyataan bahwa adiknya sudah mulai dewasa. 

Setelah selesai cek dan membalas semua chat, Andra bersiap tidur dan menaruh ponselnya di nakas samping tempat tidur. Tiba-tiba ponselnya menyala tanda ada notifikasi chat dari whatsapp. Karena belum terlelap Andra membuka pesan tersebut yang berasal dari nomor yang tidak dikenalnya.

Andra...
Apa kabar? Kamu masih di Jakarta? Fyi, aku baru sampai Jakarta, mungkin kalau kamu gak sibuk kita bisa bertemu.
Ega


Andra tersentak kaget melihat nama pengirim chat tersebut. Seketika Andra langsung mengunci ponselnya dan kembali bersiap tidur. Masa lalu yang perlahan sudah terhapus kembali lagi berputar dipikirannya. Andra berharap ini hanya mimpi. Ilusi mimpi yang mencoba untuk mempengaruhi dunia nyata.

************


Kamis, 16 Februari 2017

Dunia saat ini

Ada apa dengan negri ini?
Orang yang benar menjadi salah
Orang yang salah semakin berkuasa
Orang yang berkuasa akan menjadi lebih kuat
dan menindas orang yang benar

Kebenaran seakan menjadi sebuah dosa
untuk diungkapkan kepada dunia

Banyak yang peduli, dan banyak juga yang tidak
masyarakat sebagai penonton akan skenario ini
membentuk opini agar memihak dan
mencari dukungan

begitulah kami diarahkan
dengan menunggu skenario akhir
dari pentas drama yang sudah berjalan

Senin, 08 Agustus 2016

Berduka

Kita bernafas
Kita berjalan
Kita melihat
Semua sudah ditakdirkan Tuhan
Untuk kita memilikinya

Sama seperti kamu yang hari ini kembali ke sisi-Nya
Sudah ditakdirkan Tuhan.
Semua kejadian sudah ditentukan

Kamu yang pernah ada di cerita kehidupan
Pernah menjadi pemeran utama
Walau hanya sesaat

Tidak ada lagi yang dirasa selain duka
Menyesal tidak bertemu
Dalam waktu yang sangat lama
Juga tidak sempat bertegur sapa

Hari ini bertemu kamu terbalut kain
Tertutup dari atas kepala hingga ke kaki
Kita bertemu tapi tidak bertegur sapa

Kupanjatkan doa
Ditengah perjalananmu menuju Yang Maha Kuasa

Terima kasih Tuhan
Sekali lagi menyadarkan diri ini
Untuk tidak sombong akan kehidupan duniawi
Karena ini bukan kehidupan abadi


Minggu, 10 Juli 2016

Could it be....

Melihat matamu sekali lagi
Pada bayang semu
Tak ingin memiliki tapi rindu
Hati dan pikiran membentang batas

Matamu itu
Bicara tanpa suara, meyakinku sekali lagi
Mungkin.
Kemungkinan-kemungkinan itu yang membuatku jatuh
Pada bayang dekapanmu

Haruskah ku mengejar?
Atau aku harus melewati kenyataan dengan rasa yang tak pasti?
Semesta yang berkendali
Mepertemukan serpihan
Persamaan rasa keinginan dan nafsu

Sekarang,
Aku telah merasakan
Mencintai sekali lagi
Dengan tidak memilikimu.

Selasa, 29 Maret 2016

Rahasia

Setiap insan memiliki rahasia terpendam
Entah itu buruk
Atau baik

Setiap insan sudah pasti berbeda sifat, berbeda pengalaman
Berbeda cerita, berbeda lingkungan

Tetapi satu yang sama,
Tidak bisa memendam rahasia itu sendiri
Karena teori mengatakan
Manusia adalah makhluk sosial

Sesungguhnya tidak perlu teori itu
Kita sendiri akan natural merasakan.
Merasakan kebutuhan teman untuk berbagi

Tidak harus teman, keluarga, pacar
Tetapi kepada Tuhan pun termasuk berbagi

Jadi, peringatkanlah diri sendiri
Apapun itu rahasiamu,
mungkin saja sudah jadi aibmu,
Berbagi lah
Karena jika ditopang sendiri
Akan berat dijalankan.

Semoga Tuhan memberikan jalan yang mudah untukmu
Amin.

Rabu, 07 Oktober 2015

Istana

Terlihat pintu itu lagi
Sebulan, dua bulan atau setahun
Dalam satu kali

Kuperhatikan dengan hati gundah
Masih terlihat sama
Dari 4 tahun yang lalu

Telusuri istana,
Begitu kata orang,
Sedikit perubahan
Ya hanya sedikit sekali
Tetapi membuatuku cukup terkejut

Karena sudah terbiasa yang dulu

Istana,
Begitu kata orang,
Ruang keluh kesah
Yang tersembunyi dalam sendu
Tak ada yang tahu

Ruang interaksi antar keluarga
terkadang sendiri
tanpa suara

Ruang tanpa batas
dalam segala hal
kau yang tahu itu

Sesekali rindu, sesekali tidak

Rumahku istanaku,
Begitu kata orang.

Waktu sudah memanggilku kembali
bingung, tak tahu apa yang kurasa

Rumahku istanaku,
Buatku terbiasa lagi
semoga