Selasa, 04 September 2012

Ada kita, Mom :)

Aku mendengarkan, merasakan dan menyimak.
hanya itu yang bisa kulakukan.
sesekali aku mengeluarkan sepatah dua kata
sekedar untuk memberi opini dan saran.
kulihat raut wajahmu
penuh emosi tak tertahankan
kau perlihatkan itu hanya dengan aku dan dia.
tak jarang aku melihat air mata yang membahasi matamu
dan terlihat jelas selalu kau tahan itu.
aku tahu perasaan yang kau rasakan itu.
tentu saja, karna kita satu darah.
aku tau semua tentang itu, dia pun juga.
aku salut, entah mengapa kau begitu kuat.
mungkin jika aku jadi kau, rasanya ingin sekali emosi ini diluapkan
kepada mereka yang tak tau etika.
tenang saja,
luapkan emosimu hingga tak tersisa
biarkan kami yang merasakan sakit,
bukan kamu ataupun mereka.
aku percaya Allah akan selalu melindungi kita, Mama :)

Minggu, 02 September 2012

yang terlanjur terpublikasikan.

Hawa disekitar telah berubah
matahari berganti tugas dengan sang bulan.
malam merajai semua
sepi, sendu.
kurasa ini tak lagi asing
kau pun tahu itu,
mungkin mereka juga.
kalian,
tak akan tahu dibalik ini
bukan, bukan itu.
bukan semua yang terpublikasikan.
ini hanya pertengkaran antara aku
dan sifatku
bukan, bukan 'hanya'
besar jika terlontarkan
entahlah.
jika kuberi tau,
apakah kau masih terima?
pasti tidak.
sebelum ku bertanya pun, kurasa aku sudah tau jawabannya.
dari perlakuanmu itu.
pahit ternyata.