Aku mendengarkan, merasakan dan menyimak.
hanya itu yang bisa kulakukan.
sesekali aku mengeluarkan sepatah dua kata
sekedar untuk memberi opini dan saran.
kulihat raut wajahmu
penuh emosi tak tertahankan
kau perlihatkan itu hanya dengan aku dan dia.
tak jarang aku melihat air mata yang membahasi matamu
dan terlihat jelas selalu kau tahan itu.
aku tahu perasaan yang kau rasakan itu.
tentu saja, karna kita satu darah.
aku tau semua tentang itu, dia pun juga.
aku salut, entah mengapa kau begitu kuat.
mungkin jika aku jadi kau, rasanya ingin sekali emosi ini diluapkan
kepada mereka yang tak tau etika.
tenang saja,
luapkan emosimu hingga tak tersisa
biarkan kami yang merasakan sakit,
bukan kamu ataupun mereka.
aku percaya Allah akan selalu melindungi kita, Mama :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar