Rabu, 07 Oktober 2015

Istana

Terlihat pintu itu lagi
Sebulan, dua bulan atau setahun
Dalam satu kali

Kuperhatikan dengan hati gundah
Masih terlihat sama
Dari 4 tahun yang lalu

Telusuri istana,
Begitu kata orang,
Sedikit perubahan
Ya hanya sedikit sekali
Tetapi membuatuku cukup terkejut

Karena sudah terbiasa yang dulu

Istana,
Begitu kata orang,
Ruang keluh kesah
Yang tersembunyi dalam sendu
Tak ada yang tahu

Ruang interaksi antar keluarga
terkadang sendiri
tanpa suara

Ruang tanpa batas
dalam segala hal
kau yang tahu itu

Sesekali rindu, sesekali tidak

Rumahku istanaku,
Begitu kata orang.

Waktu sudah memanggilku kembali
bingung, tak tahu apa yang kurasa

Rumahku istanaku,
Buatku terbiasa lagi
semoga

Minggu, 09 Agustus 2015

Kekacauan

Ragu,
Di setiap langkah
Tak bisa,
Yang terucap
Sulit,
Itu alasanmu
Takut,
Sering hadir dan tersambut
Rumit,
Ya, pikiranmu yang menjawab

Kau manusia biasa
Dalam ketidak selarasan sikap dan pikiran

Hei,
Sedang kacau kah?
Hatimu itu?

Rabu, 06 Mei 2015

Look Ahead

Peebincangan yang sangat berarti
lagi
Menemui teman berbeda
dengan isi perbincangan yang berbeda pula

Besyukur memiliki teman dengan latar belakang yang tidak sama

sehingga saya dapat belajar
Belajar dari pengalaman
Seperti halnya orang dulu katakan

Kaget, kagum, marah, sedih, gembira

bermanfaat, tidak berguna, sekedar cerita....
setiap teman dengan kisah berbeda-beda

Kadang hati ini merasa iri

Kenapa mereka bisa dan saya tidak?
Kenapa mereka punya dan saya tidak?
Kenapa dia tahu dan saya tidak?
Kenapa mereka yang kau ceritakan dan saya tidak?

Kembali intropeksi

Diri ini tidak luput dari keegoisan
Kadang tak peduli
tapi tak sadar akan itu

Kadang diberi kesempatan

tapi tak sadar akan itu

Tidak ada yang sempurna

Saya percaya pepatah itu

Mungkin saya bukan salah satu dari mereka

Mungkin.
tapi sekarang,
Tak jadi masalah itu

Ya, saya sudah mulai intropeksi

apapun itu
berfikir segala hal dengan positif

Inilah diriku,

yang sekarang
melihat yang lampau
untuk bekal ke depan

Kisah Terpendam

Dia yang teristimewa
Terbesit iri di dalam hati

Ya, dia mempunyai segalanya

Diri ini hanya seorang manusia biasa
Yang memainkan peran dengan aman
Tanpa skenario yang menantang
Datar
Pribadi yang membosankan

Tidak terlihat kenyataan

Tapi terasa di benak
Tidak langsung di kenyataan
Tapi terselip di setiap kejadian

Diri ini hanya iklan

Bukan inti, hanya pelengkap
Tapi selalu ada

Iri

Sesungguhnya ini tidak boleh
Agama tidak mengajarkan
Malah melarang

Bahwasanya manusia tidak sempurna,

Tidak pernah puas
Dan selalu berbuat dosa

Maaf

Ini hanya kisah terpendam
Semoga di ampuni

Minggu, 05 April 2015

Keteguhan Hati

Lagi-lagi perasaan ini tidak enak
Serba salah
Semua serba salah
Saya hanya ingin menentukan pilihan
dengan keteguhan hati sendiri
Maaf jika saya berubah
Saya hanya ingin lebih dekat dengan Tuhan
Itu saja
Karena saya yakin hidup hanya sementara
Dan kehidupan abadi akan tiba
Ketika manusia melupakan agama