Terlihat pintu itu lagi
Sebulan, dua bulan atau setahun
Dalam satu kali
Kuperhatikan dengan hati gundah
Masih terlihat sama
Dari 4 tahun yang lalu
Telusuri istana,
Begitu kata orang,
Sedikit perubahan
Ya hanya sedikit sekali
Tetapi membuatuku cukup terkejut
Karena sudah terbiasa yang dulu
Istana,
Begitu kata orang,
Ruang keluh kesah
Yang tersembunyi dalam sendu
Tak ada yang tahu
Ruang interaksi antar keluarga
terkadang sendiri
tanpa suara
Ruang tanpa batas
dalam segala hal
kau yang tahu itu
Sesekali rindu, sesekali tidak
Rumahku istanaku,
Begitu kata orang.
Waktu sudah memanggilku kembali
bingung, tak tahu apa yang kurasa
Rumahku istanaku,
Buatku terbiasa lagi
semoga
Rabu, 07 Oktober 2015
Minggu, 09 Agustus 2015
Kekacauan
Ragu,
Di setiap langkah
Tak bisa,
Yang terucap
Sulit,
Itu alasanmu
Takut,
Sering hadir dan tersambut
Rumit,
Ya, pikiranmu yang menjawab
Kau manusia biasa
Dalam ketidak selarasan sikap dan pikiran
Hei,
Sedang kacau kah?
Hatimu itu?
Di setiap langkah
Tak bisa,
Yang terucap
Sulit,
Itu alasanmu
Takut,
Sering hadir dan tersambut
Rumit,
Ya, pikiranmu yang menjawab
Kau manusia biasa
Dalam ketidak selarasan sikap dan pikiran
Hei,
Sedang kacau kah?
Hatimu itu?
Rabu, 06 Mei 2015
Look Ahead
Peebincangan yang sangat berarti
lagi
Menemui teman berbeda
dengan isi perbincangan yang berbeda pula
Besyukur memiliki teman dengan latar belakang yang tidak sama
sehingga saya dapat belajar
Belajar dari pengalaman
Seperti halnya orang dulu katakan
Kaget, kagum, marah, sedih, gembira
bermanfaat, tidak berguna, sekedar cerita....
setiap teman dengan kisah berbeda-beda
Kadang hati ini merasa iri
Kenapa mereka bisa dan saya tidak?
Kenapa mereka punya dan saya tidak?
Kenapa dia tahu dan saya tidak?
Kenapa mereka yang kau ceritakan dan saya tidak?
Kembali intropeksi
Diri ini tidak luput dari keegoisan
Kadang tak peduli
tapi tak sadar akan itu
Kadang diberi kesempatan
tapi tak sadar akan itu
Tidak ada yang sempurna
Saya percaya pepatah itu
Mungkin saya bukan salah satu dari mereka
Mungkin.
tapi sekarang,
Tak jadi masalah itu
Ya, saya sudah mulai intropeksi
apapun itu
berfikir segala hal dengan positif
Inilah diriku,
yang sekarang
melihat yang lampau
untuk bekal ke depan
lagi
Menemui teman berbeda
dengan isi perbincangan yang berbeda pula
Besyukur memiliki teman dengan latar belakang yang tidak sama
sehingga saya dapat belajar
Belajar dari pengalaman
Seperti halnya orang dulu katakan
Kaget, kagum, marah, sedih, gembira
bermanfaat, tidak berguna, sekedar cerita....
setiap teman dengan kisah berbeda-beda
Kadang hati ini merasa iri
Kenapa mereka bisa dan saya tidak?
Kenapa mereka punya dan saya tidak?
Kenapa dia tahu dan saya tidak?
Kenapa mereka yang kau ceritakan dan saya tidak?
Kembali intropeksi
Diri ini tidak luput dari keegoisan
Kadang tak peduli
tapi tak sadar akan itu
Kadang diberi kesempatan
tapi tak sadar akan itu
Tidak ada yang sempurna
Saya percaya pepatah itu
Mungkin saya bukan salah satu dari mereka
Mungkin.
tapi sekarang,
Tak jadi masalah itu
Ya, saya sudah mulai intropeksi
apapun itu
berfikir segala hal dengan positif
Inilah diriku,
yang sekarang
melihat yang lampau
untuk bekal ke depan
Kisah Terpendam
Dia yang teristimewa
Terbesit iri di dalam hati
Ya, dia mempunyai segalanya
Diri ini hanya seorang manusia biasa
Yang memainkan peran dengan aman
Tanpa skenario yang menantang
Datar
Pribadi yang membosankan
Tidak terlihat kenyataan
Tapi terasa di benak
Tidak langsung di kenyataan
Tapi terselip di setiap kejadian
Diri ini hanya iklan
Bukan inti, hanya pelengkap
Tapi selalu ada
Iri
Sesungguhnya ini tidak boleh
Agama tidak mengajarkan
Malah melarang
Bahwasanya manusia tidak sempurna,
Tidak pernah puas
Dan selalu berbuat dosa
Maaf
Ini hanya kisah terpendam
Semoga di ampuni
Terbesit iri di dalam hati
Ya, dia mempunyai segalanya
Diri ini hanya seorang manusia biasa
Yang memainkan peran dengan aman
Tanpa skenario yang menantang
Datar
Pribadi yang membosankan
Tidak terlihat kenyataan
Tapi terasa di benak
Tidak langsung di kenyataan
Tapi terselip di setiap kejadian
Diri ini hanya iklan
Bukan inti, hanya pelengkap
Tapi selalu ada
Iri
Sesungguhnya ini tidak boleh
Agama tidak mengajarkan
Malah melarang
Bahwasanya manusia tidak sempurna,
Tidak pernah puas
Dan selalu berbuat dosa
Maaf
Ini hanya kisah terpendam
Semoga di ampuni
Minggu, 05 April 2015
Keteguhan Hati
Lagi-lagi perasaan ini tidak enak
Serba salah
Semua serba salah
Saya hanya ingin menentukan pilihan
dengan keteguhan hati sendiri
Maaf jika saya berubah
Saya hanya ingin lebih dekat dengan Tuhan
Itu saja
Karena saya yakin hidup hanya sementara
Dan kehidupan abadi akan tiba
Ketika manusia melupakan agama
Serba salah
Semua serba salah
Saya hanya ingin menentukan pilihan
dengan keteguhan hati sendiri
Maaf jika saya berubah
Saya hanya ingin lebih dekat dengan Tuhan
Itu saja
Karena saya yakin hidup hanya sementara
Dan kehidupan abadi akan tiba
Ketika manusia melupakan agama
Langganan:
Postingan (Atom)