Di sudut cafe itu, tidak terasa Andra sudah 3 jam berkutik dengan kertas-kertasnya. Desain yang harus
diselesaikan karena presentasi akan dilakukan 3 hari lagi. Walaupun progress
masih sedikit tapi sebaiknya dia pulang, karena sudah malam dan besok harus ke
kantor.
"Mas baron minta bill
ya" pinta Andra dengan suara sedikit berteriak karena jaraknya agak jauh dari meja counter.
"Oke Ndra, sebentar ya" Mas Baron mulai menghitung pesanan Andra sambil melirik meja Andra untuk memastikan hitungannya benar.
Diandra Sakina Adyatama, orang
terdekatnya memanggil Andra. Seorang Desainer Interior yang bekerja di salah
satu konsultan terbesar di Jakarta. Andra menjadi salah satu desainer muda di
kantornya, tapi kemampuan Andra dapat disamakan dengan senior-seniornya.
Sehingga setiap hari Andra seperti tidak ada libur dengan urusan kantor.
Seperti hari minggu ini yang seharusnya dia tidur seharian, tapi masih saja ada
kerjaan yang harus diselesaikan.
Lelah, tapi inilah passion Andra.
Dengan mendesain dia selalu bisa merasa senang, goresan tangan yang dia buat
menurutnya adalah hiburan tersendiri. Menurutnya bekerja dengan passion sendiri
adalah rekreasi yang menguntungkan
Setelah membayar Hazelnut
cappucino dan croissant tuna yang dia pesan, Andra membereskan kertas-kertas
goresan konsep dan laptopnya untuk bergegas pulang. Tidak lupa memberikan tip
kepada pelayanan sekaligus barista cafe langganannya.
"Thanks ya mas baron, I love
your cappucino as always" Andra berjalan ke meja barista sambil memberikan
bill yang sudah dia masukan uang yang harus dibayarkan
"My pleasure, Ndra. Good
luck for your presentation" Mas baron berhenti sejenak meracik kopi
pesanan orang untuk mengambil bill yang diberikan Andra
"Okay, doain gue ya mas.
byee" Andra meninggalkan cafe dengan membawa tas A3 yang biasa dia bawa
kemana-mana kalau sedang membawa kerjaan desain dari kantornya.
Andra bukan pecinta kopi sebelum
dia menemukan Kayne Coffee beserta Mas Baron. Menurut Andra kopi buatan mas
baron seperti menjawab segala kepenatan dan kebahagian yang sedang
dirasakannya. Salah satu yang sangat membekas adalah disaat dia sedang penat
dengan tugas akhir karena pada hari itu desain yang sudah dikerjakan 3 hari
berturut-turut tanpa istirahat ditolak oleh dosen pembimbingnya. Selepas dari
kampus Andra langsung menuju Kayne Coffee, entah apa yang waktu itu dia
pikirkan hingga cafe tersebut menjadi pelarian keletihannya. Karena Kayne
Coffee baru buka sore hari, jadi sesampainya Andra disana terlihat seluruh
karyawan masih siap-siap untuk buka yang pada saat itu Andra datang siang hari.
Beruntungnya Andra bertemu Mas Baron dan langsung dibuatkan kopi setelah Andra
menceritakan kesialannya hari itu. Entah apa yang dibuatkan mas baron untuk
Andra, Setelah menghabiskan kopi tersebut pada saat itu juga Andra langsung
semangat mengerjakan revisinya. Ide-ide desain langsung mengalir tanpa jeda.
Kopi dan Mas Baron, menjadi pahlawan dalam perjalanan hidupnya.
Andra menghidupkan mobil SUV yang
dikendarainya hari ini. Tentunya ini bukan mobil Andra, karena Andra lebih suka
membawa mobil sedan lebih praktis dan yang pasti bisa menyalip di traffic
jakarta yang kacau ini. Tapi untuk hari ini, Andra ingin sekali-kali membawa
mobil kesayangan Ayahnya selagi ia pulang ke rumah.
Suasana minggu malam sangat
menyenangkan, karena jalanan di jakarta lancar. Semua orang sudah berada di
rumah untuk beristirahat untuk menghadapi hari senin. Sambil menikmati sepinya
jakarta, Andra menyetel album "Aijuswanaseing" dari Musiq soulchild.
Andra akui selera musiknya sangat oldies tapi seberapa keras Andra mencoba
untuk menyukai musik edm yang marak pada zaman sekarang tetap saja akan balik
lagi ke musik RnB atau Jazz. Menurut Andra menikmati lagu edm di antara kemacetan
jakarta malah membuatnya tambah emosi.
Sebenarnya Andra sudah memiliki
apartemen sendiri di kasablanka yang dekat dengan kantornya di daerah kuningan,
tapi setiap sabtu dan minggu pasti dia sempatkan pulang ke rumah untuk bertemu
keluarga. Walaupun weekend Andra sering keluar rumah, setidaknya dia pasti
tidak pernah absen untuk sarapan pagi di rumah. Ritual rutin yang harus
ditaati, sarapan pagi bareng di meja makan.
Sekitar pukul 11 malam Andra
sampai di rumah. Sudah hampir tengah malam, pasti semua orang rumah sudah
tertidur pulas. Andra menggunakan kunci duplikat yang diberikan orang tuanya
karena kesibukan Andra yang berbeda sejak di bangku perkuliahan. Ketika masuk
ke ruang keluarga terlihat adik laki-lakinya masih terjaga sambil menonton TV
"Eh akhirnya pulang juga lo
kak, kuat banget nyetir malem-malem" sapa Rizki hampir kaget melihat Andra
pulang, terlihat sekali Rizki setengah menahan kantuk sambil menghadap TV.
"Lo kok belom tidur Ki?
bukannya besok ada kuliah pagi?" tanya Andra kepada adik laki-lakinya ini
sambil mengambil tempat duduk disamping Rizki
"Ya kan gue nungguin lo kak,
takutnya lo gak bawa kunci nanti malah tidur di mobil sampai pagi lagi"
Rizki berhenti sejenak untuk membenarkan posisi duduknya yang sebelumnya posisi
setengah tidur membuatnya susah untuk berbicara.
"dan gue udah whatsapp lo ya
tadi tapi gak di bales-bales, punya hp di cek dong jangan cuma buat update
doang" lanjut Rizki dengan suara masih setengah mengantuk.
"hahaha maaf deh gue lupa
bilang, makasih ya adek sayang" jawab Andra sambil memeluk tubuh Rizki
yang langsung dilepaskannya karena risih jika kakaknya udah mulai memanjakan
dirinya.
Rizki Putra Adyatama, Adik
laki-laki dari Andra yang masih di bangku kuliah semester 5. Jika dilihat
sekilas Rizki termasuk golongan cuek kepada keluarganya. Tidak suka jika kakak
dan ibunya mulai memanjakannya dan paling sedikit bicara kalau sedang kumpul
keluarga. Rizki Lebih suka berkutat dengan ponsel dan laptop, sesuai dengan
jurusan Teknik Informatika yang dia tekuni. Tapi sebenarnya Rizki sangat peduli
dan sayang dengan keluarganya, salah satunya yang terjadi pada Andra sekarang,
Rizki rela menahan kantuknya di ruang keluarga untuk menunggu kakaknya pulang.
Setelah berpisah dengan Rizki
menuju kamar tidur masing-masing, Andra menghempaskan badannya ke atas kasur
dan meregangkan sebentar otot-otot yang kaku. Selanjutnya Andra melakukan
ritual wajib sebelum tidur, membersihkan muka dengan skincare koreanya yang
memilki 10 step untuk dilakukan. Menurut Andra ingin serumit apapun step yang
harus dilakukan, untuk masalah kulit wajah Andra sangat peduli apalagi ditambah
dengan polusi jakarta yang sangat tidak bersahabat.
Satu lagi rutinitas wajib sebelum
tidurnya adalah melihat notification ponsel. Sembari mencari posisi tidur yang
enak, Andra menscroll layar ponselnya yang banyak notifikasi dari group
whatsapp di kantor yang membicarakan meeting besok dengan team desain serta
notifikasi beberapa email dari sales dan client, satu lagi chat Rizki yang
menanyakan keberadannya.
Ternyata Rizki peduli juga sama kakaknya ucap Andra dalam benaknya yang mulai menyadarai kenyataan bahwa adiknya sudah mulai dewasa.
Setelah selesai cek dan membalas
semua chat, Andra bersiap tidur dan menaruh ponselnya di nakas samping tempat
tidur. Tiba-tiba ponselnya menyala tanda ada notifikasi chat dari whatsapp.
Karena belum terlelap Andra membuka pesan tersebut yang berasal dari nomor yang
tidak dikenalnya.
Andra...
Apa kabar? Kamu masih di Jakarta?
Fyi, aku baru sampai Jakarta, mungkin kalau kamu gak sibuk kita bisa bertemu.
Ega
Andra tersentak kaget melihat nama pengirim chat tersebut. Seketika
Andra langsung mengunci ponselnya dan kembali bersiap tidur. Masa lalu yang
perlahan sudah terhapus kembali lagi berputar dipikirannya. Andra berharap ini
hanya mimpi. Ilusi mimpi yang mencoba untuk mempengaruhi dunia nyata.
************