Kamis, 07 September 2017

Chapter 1 : Opening

Di sudut cafe itu, tidak terasa Andra sudah 3 jam berkutik dengan kertas-kertasnya. Desain yang harus diselesaikan karena presentasi akan dilakukan 3 hari lagi. Walaupun progress masih sedikit tapi sebaiknya dia pulang, karena sudah malam dan besok harus ke kantor.

"Mas baron minta bill ya" pinta Andra dengan suara sedikit berteriak karena jaraknya agak jauh dari meja counter.

"Oke Ndra, sebentar ya" Mas Baron mulai menghitung pesanan Andra sambil melirik meja Andra untuk memastikan hitungannya benar.

Diandra Sakina Adyatama, orang terdekatnya memanggil Andra. Seorang Desainer Interior yang bekerja di salah satu konsultan terbesar di Jakarta. Andra menjadi salah satu desainer muda di kantornya, tapi kemampuan Andra dapat disamakan dengan senior-seniornya. Sehingga setiap hari Andra seperti tidak ada libur dengan urusan kantor. Seperti hari minggu ini yang seharusnya dia tidur seharian, tapi masih saja ada kerjaan yang harus diselesaikan.

Lelah, tapi inilah passion Andra. Dengan mendesain dia selalu bisa merasa senang, goresan tangan yang dia buat menurutnya adalah hiburan tersendiri. Menurutnya bekerja dengan passion sendiri adalah rekreasi yang menguntungkan

Setelah membayar Hazelnut cappucino dan croissant tuna yang dia pesan, Andra membereskan kertas-kertas goresan konsep dan laptopnya untuk bergegas pulang. Tidak lupa memberikan tip kepada pelayanan sekaligus barista cafe langganannya.

"Thanks ya mas baron, I love your cappucino as always" Andra berjalan ke meja barista sambil memberikan bill yang sudah dia masukan uang yang harus dibayarkan

"My pleasure, Ndra. Good luck for your presentation" Mas baron berhenti sejenak meracik kopi pesanan orang untuk mengambil bill yang diberikan Andra

"Okay, doain gue ya mas. byee" Andra meninggalkan cafe dengan membawa tas A3 yang biasa dia bawa kemana-mana kalau sedang membawa kerjaan desain dari kantornya.

Andra bukan pecinta kopi sebelum dia menemukan Kayne Coffee beserta Mas Baron. Menurut Andra kopi buatan mas baron seperti menjawab segala kepenatan dan kebahagian yang sedang dirasakannya. Salah satu yang sangat membekas adalah disaat dia sedang penat dengan tugas akhir karena pada hari itu desain yang sudah dikerjakan 3 hari berturut-turut tanpa istirahat ditolak oleh dosen pembimbingnya. Selepas dari kampus Andra langsung menuju Kayne Coffee, entah apa yang waktu itu dia pikirkan hingga cafe tersebut menjadi pelarian keletihannya. Karena Kayne Coffee baru buka sore hari, jadi sesampainya Andra disana terlihat seluruh karyawan masih siap-siap untuk buka yang pada saat itu Andra datang siang hari. Beruntungnya Andra bertemu Mas Baron dan langsung dibuatkan kopi setelah Andra menceritakan kesialannya hari itu. Entah apa yang dibuatkan mas baron untuk Andra, Setelah menghabiskan kopi tersebut pada saat itu juga Andra langsung semangat mengerjakan revisinya. Ide-ide desain langsung mengalir tanpa jeda. Kopi dan Mas Baron, menjadi pahlawan dalam perjalanan hidupnya.

Andra menghidupkan mobil SUV yang dikendarainya hari ini. Tentunya ini bukan mobil Andra, karena Andra lebih suka membawa mobil sedan lebih praktis dan yang pasti bisa menyalip di traffic jakarta yang kacau ini. Tapi untuk hari ini, Andra ingin sekali-kali membawa mobil kesayangan Ayahnya selagi ia pulang ke rumah.

Suasana minggu malam sangat menyenangkan, karena jalanan di jakarta lancar. Semua orang sudah berada di rumah untuk beristirahat untuk menghadapi hari senin. Sambil menikmati sepinya jakarta, Andra menyetel album "Aijuswanaseing" dari Musiq soulchild. Andra akui selera musiknya sangat oldies tapi seberapa keras Andra mencoba untuk menyukai musik edm yang marak pada zaman sekarang tetap saja akan balik lagi ke musik RnB atau Jazz. Menurut Andra menikmati lagu edm di antara kemacetan jakarta malah membuatnya tambah emosi.

Sebenarnya Andra sudah memiliki apartemen sendiri di kasablanka yang dekat dengan kantornya di daerah kuningan, tapi setiap sabtu dan minggu pasti dia sempatkan pulang ke rumah untuk bertemu keluarga. Walaupun weekend Andra sering keluar rumah, setidaknya dia pasti tidak pernah absen untuk sarapan pagi di rumah. Ritual rutin yang harus ditaati, sarapan pagi bareng di meja makan.

Sekitar pukul 11 malam Andra sampai di rumah. Sudah hampir tengah malam, pasti semua orang rumah sudah tertidur pulas. Andra menggunakan kunci duplikat yang diberikan orang tuanya karena kesibukan Andra yang berbeda sejak di bangku perkuliahan. Ketika masuk ke ruang keluarga terlihat adik laki-lakinya masih terjaga sambil menonton TV

"Eh akhirnya pulang juga lo kak, kuat banget nyetir malem-malem" sapa Rizki hampir kaget melihat Andra pulang, terlihat sekali Rizki setengah menahan kantuk sambil menghadap TV.

"Lo kok belom tidur Ki? bukannya besok ada kuliah pagi?" tanya Andra kepada adik laki-lakinya ini sambil mengambil tempat duduk disamping Rizki

"Ya kan gue nungguin lo kak, takutnya lo gak bawa kunci nanti malah tidur di mobil sampai pagi lagi" Rizki berhenti sejenak untuk membenarkan posisi duduknya yang sebelumnya posisi setengah tidur membuatnya susah untuk berbicara.

"dan gue udah whatsapp lo ya tadi tapi gak di bales-bales, punya hp di cek dong jangan cuma buat update doang" lanjut Rizki dengan suara masih setengah mengantuk.

"hahaha maaf deh gue lupa bilang, makasih ya adek sayang" jawab Andra sambil memeluk tubuh Rizki yang langsung dilepaskannya karena risih jika kakaknya udah mulai memanjakan dirinya.

Rizki Putra Adyatama, Adik laki-laki dari Andra yang masih di bangku kuliah semester 5. Jika dilihat sekilas Rizki termasuk golongan cuek kepada keluarganya. Tidak suka jika kakak dan ibunya mulai memanjakannya dan paling sedikit bicara kalau sedang kumpul keluarga. Rizki Lebih suka berkutat dengan ponsel dan laptop, sesuai dengan jurusan Teknik Informatika yang dia tekuni. Tapi sebenarnya Rizki sangat peduli dan sayang dengan keluarganya, salah satunya yang terjadi pada Andra sekarang, Rizki rela menahan kantuknya di ruang keluarga untuk menunggu kakaknya pulang.

Setelah berpisah dengan Rizki menuju kamar tidur masing-masing, Andra menghempaskan badannya ke atas kasur dan meregangkan sebentar otot-otot yang kaku. Selanjutnya Andra melakukan ritual wajib sebelum tidur, membersihkan muka dengan skincare koreanya yang memilki 10 step untuk dilakukan. Menurut Andra ingin serumit apapun step yang harus dilakukan, untuk masalah kulit wajah Andra sangat peduli apalagi ditambah dengan polusi jakarta yang sangat tidak bersahabat.

Satu lagi rutinitas wajib sebelum tidurnya adalah melihat notification ponsel. Sembari mencari posisi tidur yang enak, Andra menscroll layar ponselnya yang banyak notifikasi dari group whatsapp di kantor yang membicarakan meeting besok dengan team desain serta notifikasi beberapa email dari sales dan client, satu lagi chat Rizki yang menanyakan keberadannya.

Ternyata Rizki peduli juga sama kakaknya ucap Andra dalam benaknya yang mulai menyadarai kenyataan bahwa adiknya sudah mulai dewasa. 

Setelah selesai cek dan membalas semua chat, Andra bersiap tidur dan menaruh ponselnya di nakas samping tempat tidur. Tiba-tiba ponselnya menyala tanda ada notifikasi chat dari whatsapp. Karena belum terlelap Andra membuka pesan tersebut yang berasal dari nomor yang tidak dikenalnya.

Andra...
Apa kabar? Kamu masih di Jakarta? Fyi, aku baru sampai Jakarta, mungkin kalau kamu gak sibuk kita bisa bertemu.
Ega


Andra tersentak kaget melihat nama pengirim chat tersebut. Seketika Andra langsung mengunci ponselnya dan kembali bersiap tidur. Masa lalu yang perlahan sudah terhapus kembali lagi berputar dipikirannya. Andra berharap ini hanya mimpi. Ilusi mimpi yang mencoba untuk mempengaruhi dunia nyata.

************


Tidak ada komentar: